Pages

  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • RSS Feed

Wednesday, March 13, 2013

 
Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama. Saat ini telah banyak perusahaan swasta di Indonesia yang menyediakan jasa sambungan internet, misalnya IndoInternet, Radnet, D-Net, Idola, dan lain-lain.
Perusahan lain seperti PT Pos Indonesia yang juga menjadi penyedia jasa sambungan ke internet (Wasantara-Net) yang membuka cabang di setiap kota, yang kemudian menjadi pengembangan Nusantara 21. Nusantara 21 adalah jalan raya lintasan informasi yang menghubungkan seluruh kawasan nusantara dengan bandwidth yang sangat besar, sehingga memungkinkan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk (teks, grafis, suara dan video) dapat terjadi dengan cepat.
IT atau Information Technology memberikan kontribusi yang luar biasa dalam hal penyebaran materi informasi ke seluruh belahan dunia. IT merupakan suatu alat Globalisator yang luar biasa, salah satu instrumen vital untuk memicu time-space compression (menyusutnya ruang dan waktu), karena kontaknya yang tidak bersifat fisik dan individual, maka ia bersifat massal dan melibatkan ribuan orang. Seseorang bisa terhubung ke dunia virtual global untuk bermain informasi dengan ribuan komputer penyedia informasi yang dibutuhkan, hanya dengan berada di depan komputer yang terhubung dengan internet.


Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sedemikian pesat tersebut menciptakan kultur baru bagi semua orang di seluruh dunia. Dunia pendidikan pun tak luput dari sentuhannya. Integrasi teknologi informasi ke dalam duina pendidikan telah menciptakan pengaruh besar. Mutu dan efisiensi pendidikan dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi.
Di tengah masalah dunia pendidikan Indonesia yang tak kunjung selesai, kehadiran teknologi informasi menjadi satu titik cerah yang diharapkan mampu memberi sumbangan berarti dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saat ini mutu pendidikan Indonesia masih sangat rendah. Laporan tahunan Human development Index UNDP tahun 2004 menempatkan Indonesia pada posisi 111 dari 175 negara. Adapun hasil survai tentang kualitas pendidikan di Asia yang dilakukan oleh PERC (The Political and Economic Risk Country), Indonesia berada pada posisi 12 atau yang terendah (Suara karya, 18 desember 2004). Peringkat ini sepertinya tidak mengalami pergeseran jauh sekarang ini mengingat problematika pendidikan yang masih belum berubah.
Mengingat tofografi dan demografi penduduk Indonesia yang kurang menguntungkan, maka kita sudah saatnya memikirkan sistem pendidikan yang dapat dijangkau oleh penduduk paling terpencil dan paling minim sumber dayanya. Dilihat dari upaya penerapan teknologi tersebut, sungguh banyak potensi yang dapat dijadikan modal dasar penerapan teknologi informasi dalam pendidikan masyarakat.
Ada beberapa alasan teknologi informasi dapat diterapkan dalam pendidikan masyarakat, di antaranya:
1. Masyarakat sudah banyak yang memiliki komputer sendiri.
Hal ini memungkinkan dikembangkannya Paket belajar Personal-Interaktif. Paket ini dilakukan dengan cara memanfaatkan software pendidikan seperti : Computer Assisted Instructional (CAI) atau Computer-Based Training (CBT). Pada pemanfaatan jenis ini, informasi atau materi ajar dikemas dalam suatu software (perangkat lunak). Peserta belajar dapat belajar dengan cara menjalankan program komputer atau perangkat lunak tersebut di komputer secara mandiri dan di lokasi masing-masing. Melalui paket program belajar ini peserta dapat melakukan simulasi atau juga umpan balik kepada peserta ajar tentang kemajuan belajarnya.
2. Negara Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang tersebar dalam wilayah yang sangat luas, serta dihuni oleh lebih dari 200 juta pendiuduk dengan distribusi secara tidak homogen. Kondisi ini memang disadari menjadi kendala ketika akan diterapkan sistem pendidikan konvensional (tatap muka). Maka teknologi informasi yang mungkin diterapkan untuk kondisi tersebut adalah melalui jaringan internet.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxGVHKjOYrzSdf3iG3hoQ-JuWZYZNLMkR_i3ynWVAszyunOWI_JU6UvEZsoyhAEJPZzYehBdCqnbRg-GyGNCeKaTQYPXa8tnUMJCXxwgyhcfqpouHbuYBx_O40fId-GQ0s3lLyrONyymg/s1600/Manfaat+Teknologi+Informasi+dan+Komunikasi+dalam+Dunia+Pendidikan.jpg

Persoalan mendasar berkenaan dengan model ajar ini adalah keterbatasan anggota masyarakat untuk mengopersikan komputer internet-nya dalam proses pengajaran. Oleh karena itu perlu ada aksi untuk menyiapkan masyarakat (ready for lerning), yaitu dengan cara melibatkan para penyuluh lapangan dari departemen terkait, mislanya penyuluh pertanian, penyuluh industri, aparat pemerintah setempat, dll. Mereka ini petugas yang telah terlatih dan mengetahui materi ajar yang tersedia dan cara akses atau mendapatkannya. Mereka bertanggungjawab membantu kelompok masyarakat termasuk mengkomunikasikan materi ajar yang tidak dipahami masyarakat sehingga dapat mempelajarinya dalam waktu tertentu.
Dalam kaitannya dengan perangkat lunak (software) komputer pendidikan, dan tidak bermaksud membatasi kreatifitas masing-masing, kita harus memikirkan standarisasi dari perangkat lunak (software) komputer pendidikan yang akan disajikan kepada masyarakat atau siswa di sekolah. Standarisasi ini dimaksudkan untuk mempertahankan mutu dan memberi jaminan mutu (quality assurance) outcome system pendidikan.
Saat ini telah banyak sekali sumber belajar yang berbasis komputer bahkan berbasis multimedia (buatan dalam dan luar negeri) baik yang berfungsi sebagai materi pokok, maupun sebagai materi pengayaan, namun penelitian tentang dampak dari penggunaan sumber belajar tersebut belum banyak dilakukan, terutama dalam hal kemungkinan adanya miskonsepsi yang ditimbulkan oleh sumber belajar itu. Oleh karena itu, studi tentang pengembangan, uji coba dan standarisasi perangkat lunak komputer kependidikan harus segera dilakukan oleh departemen atau pihak yang berkepentingan dan kita semua.

Thursday, February 21, 2013

Dengan dilatarbelakangi adanya beberapa perubahan kondisi zona kawasan Baluran selama kurun waktu 12 tahun, sejak penetapan zonasi tahun 1999 sampai dengan tahun 2011. Kegiatan Revisi Zonasi Taman Nasional Baluran Tahun 2011 dapat terselesaikan sebagaimana yang diharapkan.
Perubahan kondisi kawasan yang ada dikarenakan antara lain oleh adanya perubahan iklim yang ekstrim yang menyebabkan adanya perubahan ekosistem, perkembangan sosial ekonomi masyarakat, adanya perubahan visi dan misi Kementerian Kehutanan yang berimplikasi pada perubahan tuntutan pengelolaan Taman Nasional Baluran, serta perlunya peran serta masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan TN Baluran.
Selama ini pihak Balai TN Baluran dalam melaksanakan pengelolaan kawasannya didasarkan pada sistem zonasi dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam (PKA) nomor 187/Kpts/DJ-V/1999. Zona-zona tersebut menjadi panduan gerak langkah pengelolaan TN Baluran selama lebih dari satu dekade ini. Tentu saja, dalam satu dekade tersebut telah banyak dinamika yang terjadi sehingga sangat mungkin terjadi perubahan-perubahan kondisi pada zona-zona tersebut. Perubahan ini dapat berarti dua hal, yaitu : perubahan kondisi yang mengarah kepada pencapaian tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang melekat pada zona-zona tersebut, atau sebaliknya, perubahan kondisi yang mengarah kepada penurunan kualitas dari kondisi sebelumnya.
Dan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan konservasi Alam No : SK.228/IV-SET/2012 Tanggal 26 Desember 2012 Tentang Zonasi Taman Nasional Baluran telah ditetapkan pembagian Zonasi dan masing-masing luasannya sebagai berikut :
* Zona Inti Seluas 6.920,18 Ha (27,68%)
* Zona Rimba Seluas 12.604,14 Ha (50,42%)
* Zona Pemanfaatan Seluas 1.856,51 Ha (7,43%)
* Zona Tradisional Seluas 1.340,21 Ha (5,36%)
* Zona Khusus Seluas 738,19 Ha (2,95%)
* Zona Perlindungan Bahari Seluas 1.174,96 Ha (4,70%)
* Zona Rehabilitasi Seluas 365,81 Ha (1,46%)
Diharapkan dokumen ini dapat mengakomodir kepentingan para pihak, dan menjadi acuan bersama para pemangku kepentingan di tingkat Balai TN Baluran selaku pengelola kawasan, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo selaku pemegang otoritas kewilayahan dan pembangunan masyarakat, serta pihak-pihak lainnya untuk berkolaborasi dalam peningkatan pembangunan konservasi di TN Baluran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa-desa penyangganya.
 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff